Pembekuan dilakukan berdasarkan rapat pleno DPD Golkar Provinsi Jambi pada Jumat (6/12) lalu. Alasan pembekuan, menurut Zoerman, adalah banyaknya manuver M Rahman sebagai Ketua Golkar Kerinci di luar keputusan partai. Apa saja?
Pada acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Kota Jambi belum lama ini, Rahman tidak hadir. Dia bahkan tidak mengirim utusan untuk mewakilinya. Lalu, banyak pernyataan Rahman dinilai tidak sesuai keputusan Golkar Provinsi. Alasan lain, Golkar memerlukan pengurus baru untuk bergerak cepat menatap Pemilu 2014.
Setelah pembekuan, pengurus Golkar Kerinci, termasuk ketuanya, akan ditentukan melalui musyawarah daerah luar biasa atau musdalub. Belum ditentukan kapan musdalub akan digelar.
Ini kedua kalinya Zoerman memecat pengurus Partai Golkar Kerinci dalam kurun waktu lima tahun ini. Dulu, dia memecat Murasman dari jabatan Ketua Golkar daerah itu. Padahal, Murasman adalah kader murni partai Golkar dan menjabat Bupati Kerinci. Pemecatan Murasman dilakukan karena tidak loyal dengan partai, pada saat Pilgub jambi Golkar mendukung HBA-Fahrori, sedangkan murasman mendukung Abdulah Hick .
Ironisnya, kini pemecatan M Rahman justru berkaitan erat dengan Murasman pula. Ini buntut dari Pilkada Kerinci 2013 yang berakhir dengan kekalahan Murasman, yang –padahal— kembali maju dari partai lain, bukan atas sokongan Golkar.
Merunut ke belakang, sempat dihadang sejumlah pihak, M Rahman dimajukan sebagai calon Bupati Kerinci dari Golkar setelah mendapat banyak hadangan. Bahkan, walaupun Ketua Partai Golkar, saat itu dia sempat hendak maju dari jalur independen karena Golkar dikabarkan lebih cenderung memajukan calon lain yang lebih tajir.
Lalu, usai pemungutan suara pada 8 September 2013, suara untuk Rahman jauh tertinggal. Dua teratas waktu itu adalah Murasman dan Adirozal. Digugat ke MK, pemungutan suara Pilkada Kerinci akhirnya diulang di dua kecamatan, yakni di Siulakmukai dan Sitinjaulaut.
Nah, menjelang pemungutan suara ulang inilah gesekan-gesekan antara Rahman sebagai Ketua Golkar Kerinci dan Zoerman sebagai Ketua Golkar Provinsi Jambi kembali memanas. Rahman menyatakan mendukung Adirozal, sedangkan Zoerman –entah karena alasan apa—justru memilih mendukung kembali Murasman pernah dipecat dan disingkirkannya pada Pilkada 2008.
Zoerman sempat memperingatkan Rahman agar tidak melanjutkan sikapnya. Bila tidak, sanksi partai menunggu. Dan kini ancaman itu dibuktikan Zoerman. Usai pemilihan ulang yang ternyata dimenangkan Adirozal, Zoerman menyatakan Rahman bukan lagi pengurus Golkar Kerinci.
Politik memang selalu disebut orang sebagai wilayah yang tidak mengenal kawan dan lawan sejati; yang ada adalah kepentingan sejati. Namun, politik mestinya juga beretika, terencana dan terarah. Memang, politik juga dinamis, tetapi para politisi-politisi gaek itu semestinya lebih arif dan bijak, menunjukkan sikap elegan dalam mengambil keputusan. Setidaknya, untuk mengajari para politisi muda.
Membaca sikap pengurus DPD provinsi sejak pemecatan Murasman, dilanjutkan dengan manuver-manuver selama Pilkada Kerinci yang berujung pemecatan Rahman, terbaca jelas bahwa sikap berpolitik partai warisan Orde Baru ini belumlah matang. Masih ada ego pribadi dan kelompok yang dikedepankan para pengurus itu. Padahal, banyak yang berharap, partai dewasa ini menunjukkan kematangannya dalam bersikap dan mengambil keputusan, bukannya politik plin-plan yang dikedepankan oleh elit Golkar.


