Kamis, 25 September 2014

7000 Pelamar Gagal ikuti Test CPNS Di Tebo

Kamis, 25 September 2014 | 14.35

SaktiNews.com, TEBO - Dari 12.592 Pelamar CPNS Kabupaten Tebo yang menyerahkan berkas, Sekitar lima ribuan peserta dinyatakan lulus tahap Verifikasi Manual yang dilakukan oleh panitia Pelaksana Penerimaan CPNS Kabupaten Tebo. Berarti ada sekitar 7 ribuan peserta yang berkasnya tidak diterima ataupun tidak akan bisa mengikuti Tes CPNS Kabupaten Tebo 2014.


Hal tersebut diungkapkan Sekeretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Tebo, Eko Nuryanto ketika dikomfirmasi Rabu (24/9). Dirinya mengatakan bahwa untuk verifikasi manual yang dilakukan terhadap berkas para pelamar CPNS Tebo, sekitar 60 persen tidak diterima.

"Dari 12. 592 berkas yang kita terima, sekitar 5 ribuan yang lulus dalam verifikasi manual yang dilakukan tim verifikasi," jelas Eko Nuryanto.Namun hal tersebut bukanlah hasil final. Karena setelah tahap Verifikasi manual, akan dilakukan juga tahapan verifikasi on line. Angka tersebut menurut Eko Nuryanto tentunya bisa mengalami perubahan.
"Setelah ini, akan kita lakukan Verifikasi Online lagi, jadi jumlah tersebut bisa juga berkurang lagi nantinya" kata Eko.

Untuk Verifikasi berkas Pelamar Pelamar CPNS Kabupaten Tebo, akan dilakukan hingga akhir September. Dan langsung diumumkan melalui online sekaligus nomor dan jadwal ujian bagi para peserta. "kita terus bekerja, target kita akhir bulan september sudah kita umumkan peserta yang berkasnya lulus tahap verifikasi dan bisa mengikuti Tes CPNS Tebo," ujar Eko.
Banyaknya berkas pelamar yang tidak diterima, menurut Eko kebanyakan kesalahan dalam entri data. Karena banyak formasi guru dan kesehatan yang mengambil lebih dari satu formasi. "Untuk kesehatan dan guru kan hanya bisa satu formasi, tapi kebanyakan mengambil tiga formasi, itu yang banyak kesalahan dalam berkas," jelas Eko.

Selain itu juga, banyak kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan yang butuhkan merupakan alasan tidak diterimanya bahan para pelamar. Dan tidak luput transkrip nilai dan ijazah yang tidak dilegalisir oleh pihak yang berwenang. "selain kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan juga banyak legalisir yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang juga menjadi salah satu faktor tidak lulusnya bahan dalam verifikasi" ucap Eko.

Untuk pelaksanaan Tes CPNS Kabupaten Tebo, Eko mengatakan bahwa hal tersebut ditentukan. Selain karena persiapan yang belum selesai, HUT Kabupaten Tebo juga menjadi halangan untuk dilakukannya Tes CPNS dalam waktu dekat. "Kemungkinan pertengahan oktober tes kita lakukan, saat ini baru 35 komputer telah dipersiapkan" pungkas Eko Nuryanto.


SaktiNews.com Email : kerincisaktigrup@gmail.com Twitter : @sakti_news

Sumber: jambiekspres

Komentar

Kamis, 18 September 2014

Kapolres Tebo Turun Tangan Padamkan Api

Kamis, 18 September 2014 | 17.57

SaktiNews.com, Muaro Tebo - Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Ridwan Hutagaol, mengatakan selama beberapa hari terakhir puluhan orang personell Polres Tebo dikerahkan melakukan pemadaman lahan.

Kapolres AKBP Indra Rathana turun langsung memimpin aksi pemadaman tersebut. Bahkan personil yang bertugas berhari-hati tidak pulang karena pemadaman belum tuntas.

"Pak Kapolres pimpin langsung. Ada puluhan orang anggota yang dikerahkan melakukan pemadaman," ujar Ridwan

Kabid Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Tebo, Sholeh Tanjung, per Kamis (18/9), hanya satu titik api terpantau satelit NOAA. Yakni di Kecamatan Serai Serumpun. Ada sekitar dua hektar lahan masyarakat di wilayah HP, terbakar.

"Saat ini Dinas Kehutanan dan Polres turun ke lokasi, api sudah padam. Dugaan sengaja dibakar," ujar Sholeh.

Sholeh mebgatakan sejak Januari tahun ini, ada 98 kebakaran di kawasan hutan negara yang ditangani Dishut Tebo. Puncaknya pada September, 40 titik api di kawasan HP saja. Belum termasuk titik api di Taman Nasional, HPT, dan APL. (tribunjambi)

SaktiNews.com Email : kerincisaktigrup@gmail.com Twitter : @sakti_news

Komentar

Sabtu, 19 Juli 2014

Haris Tewas Tergantung di Tali Buaian

Sabtu, 19 Juli 2014 | 02.14

SaktiNews.com, KERINCI -  Ade Haris (31) warga Kebun Sayur Kelurahan Dusun Bangko, kecamatan Bangko ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya dengan seutas tali buaian, Rabu (16/7).
 
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangga korban, Syahril Bin Hasan Koboy (45), sekitar pukul 2.00 dini hari. Koboy membuka rumah korban karena curiga korban tidak kedengaran lagi.

Koboy kaget setelah berhasil membuka pintu rumah korban, diruangan tamu dia milihat bapak satu anak itu telah tergantung ditali tempat buaian bayi. Dibawah tubuh pria yang berprofesi sebagai penjahit ini terdapat kursi plastik biru yang telah rebah.

Terkejut dengan kejadian tersebut, Koboy langsung memberi tahukan kepada warga lainnya. Untuk mengevakuasi korban, warga lalu meminta bantuan Polisi setempat. Dan membawa kerumah sakit untuk divisum.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, bahwa Haris nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena mengalami tekanan jiwa. Ia dikabarkan sering bertingkah aneh sejak ditinggal istri dan anaknya.
 "Sejak ditinggal istri dia (korban) sering aneh," ujar warga setempat tanpa menyebutkan namanya.

Kapolsek Kota Bangko, AKP Sahlan Umagafi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, dari hasil visum korban murni meninggal karena gantung diri.
"Ya, korban gantung diri dengan seutas tali dirumahnya," sebut Sahlan.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan pihaknya tambah kapolsek, dugaan sementara menyebutkan korban nekad gantung diri karena gangguan jiwa.
"Informasi yang kita gali, baik dengan pihak keluarga dan warga dimana sejak ditinggal istri korban sering bertingkah aneh," ungkapnya.

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/07/17/haris-tewas-tergantung-di-tali-buaian
SaktiNews.com Email : kerincisaktigrup@gmail.com Twitter : @sakti_news

Komentar

Hasil Pilpres Provinsi Jambi

| 00.08

SaktiNews.com, KERINCI -  Sebanyak 11 komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten/kota di Provinsi Jambi telah merampungkan rekapitulasi hasil perolehan suara pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, Rabu (16/7).

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara pilpres di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi yang telah masuk ke KPU Provinsi Jambi, pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres – Cawapres) nomor urut 2, Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK) meraih suara terbanyak, mengalahkan pasangan Capres – Cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto – Hatta Radjasa (Prabowo – Hatta).

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Desi Arianto di Jambi, Rabu (16/7) menjelaskan, sesuai hasil rekap perolehan suara pilpres di 11 KPU kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, untuk sementara Jokowi – JK unggul dengan meraih 897.787 suara atau 50,75 % dari 1.769.063 suara sah. Sedangkan Prabowo – Hatta meraih 871.276 suara atau 49,25 %.

Jokowi – JK menang di enam kabupaten, yakni di Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tebo, Sarolangun, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. Sedangkan Prabowo – Hatta unggul di dua kota, Kota Jambi dan Sungaipenuh serta tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kerinci, Bungo dan Merangin.

Menurut Desi Arianto, perolehan suara capres – cawapres tersebut diperkirakan tidak akan banyak berubah lagi karena tidak ada pemilihan suara ulang (PSU) pilpres di Provinsi Jambi pasca rekapitulasi hasil pilpres di tingkat KPU kabupaten/kota. Rekiptulasi hasil pilpres tingkat KPU Provinsi Jambi direncanakan Jumat - Sabtu

SaktiNews.com Email : kerincisaktigrup@gmail.com Twitter : @sakti_news

Komentar

Jumat, 24 Januari 2014

Anggota DPRD Kerinci Main Proyek

Jumat, 24 Januari 2014 | 09.23

SaktiNews.comKerinci, Sejumlah anggota DPRD Kerinci yang disebut-sebut menerima paket proyek tahun 2014 ternyata setiap orang anggota dewan tidak hanya menerima satu paket, tapi bervariasi. Informasi yang diperoleh koran ini satu anggota dewan bisa mendapatkan 4 paket sekaligus. 

Seperti salah seorang anggota dewan berinisial J mendapat 4 paket, berupa proyek jalan dan irigasi, kemudian inisal H dan I juga mendapatkan 4 paket proyek.

Sementara anggota dewan berinisial B, SN, SR dan L mendapatkan 2 paket proyek, tidak hanya anggota dewan PNS yang memiliki jabatan di sekretariat dewan pun kecipratan dapat proyek dari Dinas PU Kerinci. "Tidak semua anggota dewan dapat, karena ada yang tahu dan ada yang tidak tahu ada jatah proyek di Dinas PU," bisik PS, salah seorang kontraktor.

Dikatakannya, karena proyek tersebut adalah paket aspirasi, maka lokasi proyek menyesuaikan dapil anggota dewan. "Misalnya si H anggota dewan dapil satu, maka proyeknya didapil satu," bebernya.

Proyek aspirasi ini dikoordinir oleh salah seorang ketua komisi dan bekerjasama dengan pejabat Dinas PU Kerinci. "Yang bagi-bagi ada koordinatornya di Dewan," ungkapnya.

Komentar

Rabu, 22 Januari 2014

Dipanggil Polres Kerinci, Kepala BKD Sungai Penuh Tidak Hadir

Rabu, 22 Januari 2014 | 07.19

SaktiNews.com, Sungai Penuh - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sungai Penuh, Pusry Amsi, mangkir dari panggilan penyidik Polres Kerinci. Menurut jadwal, Selasa (21/1), Pusry dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan kecurangan dalam seleksi penerimaan CPNS Kota Sungai Penuh tahun 2013.

Diantaranya, terkait dugaan ijazah palsu Jeje Biantara, yang tidak lain adalah anak kandung dari Pusry Amsi. Kemudian soal adanya dugaan peserta yang tidak mengikuti tes, namun dinyatakan lulus.

"Memang hari ini jadwal pemeriksaanya (Pusry Amsi, red) sebagai saksi. Namun yang bersangkutan tidak hadir," kata Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Agus Saleh, saat dikonfirmasi.

Agus menambahkan, pihaknya kembali akan melayangkan surat panggilan kedua terhadap Pusry. "Kita akan layangkan panggilan kedua," tandasnya.

Sementara itu informasi yang beredar menyebutkan Pusry Amsi tidak hadir memenuhi panggilan penyidik Polres Kerinci karena sedang melaksanakan tugas keluar daerah. Namun saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemkot Sungai Penuh hari Senin (20/1) kemarin, Pusry Amsi terlihat hadir.


Sumber : Metrojambi.com

Komentar

Selasa, 21 Januari 2014

Pusry Akan Dipanggil Paksa Terkait Kecurangan CPNS Sungai Penuh

Selasa, 21 Januari 2014 | 18.28

SaktiNews.com, SUNGAIPENUH - Surat pemanggilan untuk Pusry Amsy yang ketiga kalinya sudah dilayangkan dan direncanakan hari ini merupakan jadwal hearing dengan Pusry, Kepala BKD Kota Sungaipenuh. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sungaipenuh Hardizal, mengatakan bahwa surat panggilan yang ketiga sudah diserahkan Senin lalu. "Ya, surat sudah kita layangkan, dan jadwal hari ini hearing," ungkapnya, pagi tadi.

Dikatakann Hardizal, jika surat panggilan yang ketiga ini tidak juga hadir, maka panggilan paksa akan dilakukan dengan mengerahkan Satpol PP Kota Sungaipenuh. "Ada aturan yang datang bagi SKPD yang dipanggilan tiga kali tidak juga hadir, dan ada upaya untuk memanggil paksa," ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan rencana pembentukan panitia khusus (pansus)? Hardizal mengatakan bahwa pansus masih terkendala dengan pimpinan. “Surat sudah dinaikkan namun sampai sekarang belum juga turun,” cetusnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Sungaipenuh Mulyadi Yakub, mengatakan jika Pusry tidak datang berarti ini sudah melecehkan terhadap lembaga DPRD Kota Sungaipenuh. Ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. "Ya kalau tidak datang ini pelecehan lembaga DPRD. Namun saya belum dapat juklak proses penjeputan paksa terhadap Pusry," ungkapnya.

Dikatakan Mulyadi, bahwa kalau surat ketiga juga tidak hadir maka pihaknya akan menyurati pimpinan dewan. Dan pimpinan dewan kita usulkan untuk menyurati walikota untuk memerintahkan Kepala BKD Pusry datang memenuhi undangan hearing.

"Kalau walikota nantinya sudah mengatakan Pusry tidak datang, maka kita akan koordinasi dengan pimpinan untuk upaya paksa," pungkasnya.


Sumber: Harianjambi.com

Komentar

Di Demo Ibu-ibu, Walikota Sungaipenuh Main Kucing-kucingan

| 08.12

@feo-infojambi.com
SaktiNews.com, SUNGAIPENUH — Aksi protes warga Desa Dujung Sakti, Kecamatan Koto Baru, Sungai Penuh didominasi kalangan ibu rumahtangga, di Kantor Walikota Sungai Penuh, Senin (20/1). Walikota dihujat habis-habisan karena kepala desa terpilih mereka sejak empat bulan lalu tak kunjung dilantik tanpa alasan jelas.

Aksi saling dorong sempat terjadi. Cekcok mulut dengan petugas Satpol PP menjadi pemicu amarah massa. Puluhan massa pendukung kades peraih suara terbanyak, Zarmizon, nekat mendorong barisan petugas keamanan.

Dalam orasinya massa menyebutkan ketidakadilan Pemkot Sungai Penuh dalam menegakkan demokrasi. Mereka mengatakan dalam pilkades 13 Oktober 2013 lalu terindikasi adanya keterlibatan oknum camat yang memanfaatkan momen politik untuk pemilihan legislatif nanti.

“Camat Koto Baru tidak layak dijadikan pemimpin. Kami minta walikota mencopot jabatan Camat Koto Baru," kata para pendemo.

Suasana semakin panas. Kendati Asisten I telah menemui mereka, namun alasan M Rasyid dinilai tidak masuk akal alias ngawur. Menurut massa, dalam berita acara tidak ditemukan keberatan saksi masing-masing calon.

“Ada 8 calon kades yang menggugat," katanya.

Waka Polres Kerinci, Kompol M Sanusi dalam menenangkan aksi massa sempat kewalahan. Ibu-ibu ini tetap ngotot ingin mendengar keterangan walikota memberikan alasan tidak dilantiknya Kades Ujung Sakti yang mendapat suara terbanyak sehingga sulit untuk ditenangkan.

"Saya siap memfasilitasi ibu-ibu di sini. Mari kita sama-sama mendengar alasan dari pemerintah dalam hal meminta kades terpilih untuk segera dilantik," katanya.

Pada pukul 14.00 WIB massa beristirahat di halaman kantor walikota sambil melontarkan amarah dan menuding tidak adilnya camat dalam membangun Koto Baru.

Hebohnya lagi, aksi kucing-kucingan antara massa dengan walikota terjadi ketika walikota hendak keluar dari kantor. Hingga pukul 18.15 WIB warga Desa Dujung Sakti masih berada di halaman kantor walikota.

Sumber: infojambi.com

Komentar

Minggu, 12 Januari 2014

Foto Tersangka SPPD Fiktif Disebar

Minggu, 12 Januari 2014 | 10.27

KERINCI, Kejaksaan Negeri Sungaipenuh menetapkan Adi Dwika Putra, Bendahara Dinas Dukcapil Kota Sungaipenuh, tersangka kasus SPPD Fiktif Rp 78 juta kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kejaksaan dalam waktu dekat ini akan menyebar foto tersangka diseluruh Kecamatan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.


Kepala Kejaksaan Negeri Sungaipenuh, Agus Widodo melalui Kasi Pidana Khusus Mursyidi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan panggilan kepada Adi Dwika Putra sebanyak tiga kali, tapi tidak diindahkannya. Informasi terakhir Adi Dwika Putra sudah berhenti dari Pegawai Negeri Sipil dan melarikan diri.

Menurutnya, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai DPO dan dalam waktu dekat akan foto tersangka akan disebar di seluruh Kecamatan di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. "Pekan ini kita tempel fotonyo," tandasnya.

Untuk diketahui Adi Dwika Putra, Bendahara Dinas Dukcapil Kota Sungaipenuh ditetapkan sebagai tersangka kasus SPPD Fiktif sebesar Rp 78 juta oleh Kejaksaan Negeri Sungaipenuh. Sejak ditetapkan tersangka, Adi menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

sumber: jambi ekspres

Komentar

Sabtu, 11 Januari 2014

Kerinci Diterjang Banjir & Longsor

Sabtu, 11 Januari 2014 | 08.03

banjir

SaktiNews.com - Kerinci, Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci sejak Kamis (9/1) mengakibatkan banjir di empat Kecamatan di Kabupaten Kerinci. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Merao dan Danau Kerinci.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci Darifus membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengatakan ada beberapa kecamatan di Kabupaten Kerinci diterjang banjir. Dia mengatakan daerah yang diterjang banjir yakni, Desa Desa Baru Kubang, Lubuk Suli, Ladeh dan Desa Kayu Aho Mangkak, Kecamatan Depati VII, kemudian Desa Kemantan, Kecamatan Air Hangat Timur, Desa Batu Hampar Kecamatan Kayu Aro Barat dan Desa Kotobaru Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci.

Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam 30 hektar sawah masyarakat Danau Kerinci. "Sawah di Danau Kerinci 30 hektar terendam air," ungkapnya.

Malah longsor juga terjadi di Kecamatan Gunung Kerinci, yakni antara Desa Soko Pangkat dan Desa Sungai Betung. "Ya, juga terjadi longsor di Kecamatan Gunung Kerinci," ungkapnya.

Dikatakannya, diperkirakan ratusan rumah yang dihuni 300 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Depati VII diterjang banjir. Sementara itu ratusan rumah di Kecamatan lainnya juga diterjang banjir. Beruntung tidak ada warga yang mengungsi. "Data pastinya belum ada, petugas masih melakukan inventarisir dilapangan," ujarnya.

Mengenai kerugian, pihaknya juga masih menginventarisir dilapangan. "Untuk bantuan bahan makanan kita koordinasi dengan Dinsosnakertran," ucapnya.

Komentar

KONI Sungaipenuh Harus Musorkot

| 07.46

SaktiNews.com - Sungai Penuh, Memasuki tahun ke tiga berdirinya KONI di Kota Sungaipenuh, Ketua dan pengurus KONI Kota Sungaipenuh masih dijabat oleh karateker. 


Kondisi tersebut akan berdampak buruk prestasi olah raga di Kota Sungaipenuh.

Melihat kondisi tersebut, DPRD Kota Sungaipenuh mendesak pemilihan pengurus baru dengan menggelar Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Sungaipenuh. Syafriadi, Wakil Ketua DPRD mengungkapkan, sejak Kota Sungaipenuh terbentuk belum ada prestasi-prestasi diraih KONI.

Dulunya Sungaipenuh terkenal dan sering dapat juara umum di Provinsi Jambi. "Coba kita ingat Prestasi Porprov Jambi tahun 2012, di Sarolangun saja Kota Sungaipenuh posisi ke 11. Artinya, mendapat juara 1 atau umum sangat jauh," terangnya.

Politisi Partai Hanura ini meminta agar KONI segera menggelar Musorkot. "Kita minta segera memilih ketua dan pengurus baru agar kepengurusan baru bisa fokus bekerja serta dijabat yang mengerti dan profesional," tegasnya.

Komentar

Minggu, 05 Januari 2014

Longsor di Muaraemat Pengendara Terjebak 17 Jam

Minggu, 05 Januari 2014 | 21.10

longsor

SaktiNews.com - Kerinci, Longsor besar kembali terjadi di kawasan Muara Emat, tepatnya di daerah Bedeng Dua Belas, Kecamatan Batang Merangin. 


Akibatnya, pengendara terjebak hingga 17 jam, karena kendaraan yang mereka tumpangi tidak bisa melintas.

Pantauan Tribun di lapangan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Jumat (3/1) malam, dan baru bisa kembali dilalui oleh kendaraan pada Sabtu (4/1) sekitar pukul 14.30 sore.

Beberapa jam sebelum longsor terjadi, kawasan itu memang diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan jalan terendam air dan material tebing seperti batu dan pohon ambruk ke badan jalan.

Uci, warga yang ikut terjebak longsor, mengaku sampai di lokasi longsor sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, dan baru bisa keluar dari lokasi itu sekitar pukul 02.30 sore.

"Ratusan kendaraan tidak bisa melintas, karena jalan ada juga yang putus," kata Uci, yang juga membawa anaknya yang masih berusia lima tahun.

Warga yang sudah mengetahui terjadinya longsor, langsung berhenti di rumah-rumah makan yang ada di kawasan Muara Emat, sambil menunggu longsor dibersihkan. Sedangkan warga yang sudah terlanjur lewat, terpaksa menahan lapar selama berjam-jam.

Kapolsek Gunung Kerinci AKP Asril, mengatakan truk-truk yang membawa hasil pertanian ke Bangko, mengalami kerugian yang besar, akibat sayuran seperti kentang, kol, dan hasil pertanian lainnya mulai membusuk.

"Kita sudah mengupayakan mencari bantuan, bahkan Kapolres juga turun langsung ke lapangan, namun alat berat dari PU Provinsi terlambat datang ke lokasi. Untungnya ada bantuan dari PU Kerinci," katanya.

Komentar

Oknum Kades Diduga Peras Warga untuk Urus Sertifikat Prona

| 13.48

SaktiNews.com - Kerinci, Oknum Kades Koto Kapeh, Kec Siulak, Kab Kerinci, Yusriadi, dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Kerinci, lantaran diduga telah menggelapkan uang pengurusan sertifikat tanah warga sebesar ratusan juta rupiah.


Dalam surat laporan warga tertanggal 23 Desember 2013 disebutkan, warga merasa telah diperas oleh Kades Yusriadi dalam pengurusan sertifikat prona. Warga dipungut biaya Rp 1 juta / bidang tanah, Padahal, sebenarnya program pembuatan sertifikat yang diluncurkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini sama sekali tidak dipungut biaya.

"Ada sekitar 200 warga yang mendaftar dan membayar uang kepada Yusriadi, saat menjadi Kades periode yang lalu. Namun, saat ini dia kembali terpilih sebagai Kades Koto Kapeh. Kami berani bersumpah dan bersaksi di pengadilan", kata beberapa warga Koto Kapeh, sambil memperlihatkan daftar nama-nama warga yang telah membayar.

Jika ditotalkan, beber warga, jumlah uang yang diduga telah digelapkan Yusridi mencapai Rp 150 juta. Ironisnya, hingga saat ini sertifikat tanah yang diharapkan warga belum juga kunjung keluar. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak penegak hukum di Kab Kerinci, namun sejauh ini tidak mendapat tanggapan.

"Sebelum Pilkades beberapa waktu lalu, kasus ini sebenarnya sudah kami laporkan ke Polres, kejaksaan, pengadilan, dan BPN Kerinci, namun tidak mendapat tanggapan. Sekarang Yusriadi kembali terpilih sebagai Kades", ujar warga.

Warga mendesak Bupati Kerinci membatalkan pelantikan Yusriadi sebagai Kades Koto Kapeh, lantaran figurnya cacat hukum. Selain itu, Yusriadi juga harus mengembalikan uang yang sudah disetor warga. "Kami sudah tanyakan ke BPN dan ternyata BPN tidak memungut biaya", tandas warga.

Kades Yusriadi, ketika dihubungi untuk dikonfirmasikan, ponselnya bernada tidak aktif. Begitu juga Camat, Aimis SP. Meski dua kali dihubungi ponselnya bernada aktif, tapi tidak diangkat.(*)

Komentar

Sabtu, 04 Januari 2014

Giliran LSM Pelapor CPNS yang Diperiksa

Sabtu, 04 Januari 2014 | 12.57

SaktiNews.comSungai Penuh, Penyidik Polres Kerinci terus intensif melakukan pemeriksaan dugaan kecurangan pelaksanaan tes CPNS Kota Sungaipenuh. Kemarin (3/1), giliran dua dari empat LSM pelapor yang dimintai keterangan terkait dugaan kecurangan tersebut. Dua dari empat LSM yang mendatangi Mapolres yang dimintai keterangan itu, masing-masing, Salimin dari LSM Seroja dan Iksan Darathuni dari LSM Jamtos.



Salimin ketua LSM Seroja kepada Jambi Independent mengungkapkan, dirinya bersama dengan Direktur LSM Jamtos Iksan Daratuni dimintai keterangan oleh penyidik terkait dugaan kecurangan CPNS. Menurutnya, penyidik menanyakan kepada dirinya seputar dugaan ijazah palsu oleh Jeje Biantara dan diduga salah seorang peserta tes yang tidak ikut ujian bernama Novi Astria Yenti, namun, dalam pelaksanaan tes dinyatakan lulus. “Kita ditanya soal Jeje dan Novi. Untuk Jeje adanya indikasi ijazah palsu karena Jeje dalam melamar sebagai honorer PU menggunakan Ijazah SMA. Kalau untuk Novi ditanyakan ketidak hadiran Novi dalam tes, dan kita menjawab berdasarkan hasil resume RSU May Jend HA Thalib, Novi saat itu sedang dirawat di Rumah Sakit,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, penyidik juga menanyakan dugaan permaian uang dalam pelaksanaan tes CPNS. Namun, pertanyaan itu lanjutnya tidak diketahuinya karena yang mengetahui dan melaporkan itu adalah ketua LSM Forjam Zarman Efendi. “Seputar permainan uang kita juga ditanyakan. Tapi, untuk itu yang mengetahuinya adalah ketua LSM Forjam Zarman Efendi,” terangnya.

Kapolres Kerinci, AKBP Mun’im, melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Saleh, mengatakan telah meminta keterangan dua pelapor dari LSM Seroja dan LSM Jamtos. Sedangkan dua pelapor lainnya, yakni Zarman Fendi dari LSM Forjam dan Zoni Irawan dari LSM Geger juga akan dipanggil dalam waktu dekat. “Hari ini hanya dua orang dipanggil, dua pelapor lainnya belum sempat memenuhi surat pemanggilan, karena sedang ada kegiatan lain,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam laporan yang disampaikan oleh pihak pelapor, ada dua kasus yang dilapor. Pertama dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jeje Biantara dalam keikutsertaan tes CPNS dan yang juga dinyatakan lulus, kemudian kasusNovi Astria Yenti yang diduga lulus namun tidak mengikuti ujian seperti peserta lainnya.

Namun, lanjutnya, untuk kasus dugaan ijazah palsu, pihaknya akan segera memanggil Jeje Biantara yang tidak lain adalah anak Kepala BKD Kota Sungai Penuh pekan depan. Sedangkan kasus Novi, lanjutnya, sebelum dilakukan pemanggilan terlebih dahulu pihaknya akan melakukan kroscek ke RSU untuk memastikan apakah benar Novi yang dimaksud dirawat. “Dugaan ijazah palsu kita akan memanggil yang bersangkutan (Jeje,red) pekan depan. Untuk Novi kita akan croscek terlebih dahulu,” terangnya.

Ditambahkannya, setelah meminta keterangan dari Jeje nantinya, pihaknya akan menindak lanjuti tempat perkualiahan Jeje yang sesuai dengan ijazah. “Untuk kasus Novi, kita juga akan meminta keterangan dari tenaga medis yang merawat Novi. Dari informasi sementara, bahwa pada 3 November saat hari tes, benar Novi berseragam putih hitam masuk ke RSU, mengalami luka bagian kepala dan baru keluar besoknya,” jelasnya.

Ditanya bagaimana dengan Kepala BKD Sungaipenuh Pusri Amsy? Kasat Reskrim mengaku juga akan dijadwalkan pemanggilannya, namun terlebih dahulu pihaknya akan mengumpulkan data-data dan dokumen yang dibutuhkan, serta panitia-panitia lainnya. “Dalam tes CPNS ini, panitianya berjumlah 40 orang yang ditunjuk Kepala BKD. Kemarin baru empat panitia kita mintai keterangan untuk mengklarifikasikan proses tes CPNS, dari awal hingga pengumuman hasil kelulusan,” terangnya.

Komentar

Jumat, 03 Januari 2014

Panitia CPNS Sungaipenuh 2013 Diperiksa

Jumat, 03 Januari 2014 | 11.38

SaktiNews.com - Sungai Penuh, Polres Kerinci ternyata tidak main-main dengan kasus kecurangan dalam penerimaan CPNS Sungaipenuh 2013 jalur umum. Kamis (2/1) tiga orang Panitia Seleksi Penerimaan CPNSD Kota Sungaipenuh 2013 diperiksa Polres Kerinci.


Selain memeriksa panitia penerimaan CPNS Sungaipenuh, penyidik juga melakukan kroscek ke RSU MHA Thalib terkait dugaan peserta tes CPNS yang tidak mengikuti tes CPNS. Karena dirawat di RSU karena kecelakaan, namun lulus tes CPNS. Malah Polres akan mengirim tim ke Medan untuk mengecek keaslian ijazah salah satu peserta tes CPNS yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Tiga orang panitia tes CPNS yang diperiksa Polres Kerinci adalah Nasran, Sutrisno dan Ronal Regen. Mereka diperiksa sejak pukul 12.00 diruang terpisah.

Kapolres Kerinci, AKBP A Mun'im membenarkan adanya pemeriksaan panitia seleksi penerimaan CPNS. Dia mengatakan, kasus kecurangan dalam penerimaan CPNS 2013 jalur umum saat ini sedang diproses.

Menurutnya semua laporan masyarakat akan ditindak lanjuti Polres. "Kita kumpulkan data dulu, kita panggil panitia CPNS, seperti Sutrisno, Sekretaris panitia dan panitia lainnya," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, penyidik mendengar penjelasan panitia terkait penerimaan CPNS dan meminta dokumen terkait penerimaan CPNS. "Pelapor sudah kita panggil, tapi sedang berada diluar Kota. Jadi kita panggil panitia CPNS," ucapnya.


Selain memeriksa tiga orang panitia tes CPNS, penyidik Polres Kerinci juga melakukan mengambil data di RSU MHA Thalib terkait dugaan peserta tes CPNS yang tidak mengikuti tes CPNS, karena kecelakaan dan dirawat di RSU, namun lulus tes CPNS. "Hari ini ada penyidik yang ke RSU," ujarnya.

Ditanya mengenai dugaan salah seorang peserta tes CPNS yang menggunakan ijazah palsu dari salah satu Perguruan Tinggi di Medan Kapolres mengatakan, pihaknya akan mengejar ke Medan untuk mengecek semua informasi dari masyarakat."Akan kita kejar ke Medan," tegasnya.

Mengenai kapan Kepala BKD Pusry Amsi dan Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri akan diperiksa? Kapolres mengatakan pemeriksaan akan dilakukan bertahap dari bawah. "Yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan tes CPNS siapa, itu yang diperiksa pertama. Baru setelah itu BKD dan Walikota," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Agus Saleh menambahkan pemeriksaan dilakukan hingga pukul 17.00. Jika tidak selesai sampai pukul 17.00 akan dilanjutkan besok hari.

Menurutnya materi pemeriksaan seputar prosedur penerimaan CPNS, persyaratan dan tahapan pelaksanaan CPNS. Sedangkan mengenai dugaan peserta tes CPNS yang tidak mengikuti tes CPNS, karena kecelakaan dan dirawat di RSU, namun lulus tes CPNS, sedang dikroscek pihaknya ke RSU MHA Thalib. "Kita kroscek, apa benar yang bersangkutan yang dirawat di RSU," tandasnya.

Nasran, panitia penerimaan CPNS Sungaipenuh 2013 yang juga Sekretaris BKD Sungaipenuh membenarkan dirinya diperiksa terkait kasus kecurangan penerimaan CPNS. "Ya, dipanggil terkait CPNS," ujarnya di Mapolres Kerinci.

Komentar

Selasa, 31 Desember 2013

Dewan Tolak Isu Anggota DPRD Terima Jatah CPNS

Selasa, 31 Desember 2013 | 23.17

Dewan Ancam Tahun 2014 Anggaran CPNS Ditiadakan


Saktinews.com, SUNGAIPENUH-Banyaknya dugaan yang terjadi dalam seleksi penerimaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Sungai Penuh membuat anggota dewan mengancam tidak akan menganggarkannya. Untuk tahun 2014 nanti penerimaan tes CPNS ditiadakan.

Hal ini dikatakan oleh Syafriadi Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh ketika dikonfirmasi usai hearing bersama pihak BKD Kota Sungai Penuh. “Dengan banyaknya dugaan kecurangan serta adanya beberapa anak pejabat yang lulus kami tidak akan menganggarkan untuk penerimaan tes CPNS 2014 nanti. Hanya saja, kita fokus pada penerimaan untuk kategori 2,” tegas Syafriadi.

Ia optimis terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh salah satu anggota tes terancam dibatalkan. “Kalau ijazah palsu bisa dibatalkan. Sementara terkait laporan dari LSM kita serahkan saja kepada pihak yang berwajib untuk menindak lanjutinya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, terkait isu adanya dugaan sejumlah anggota DPRD yang diisukan terima jatah CPNS ditepis oleh Yuzarlis. Bahka ia menyebutkan menantunya saja tidak lulus dala seleksi kemarin.

“Kalau saya sendiri, menantu saya tidak lulus. Bagi siapa yang mendapatkan data adanya dugaan jatah DPRD Kota Sungai Penuh yang terlibat dalam tes beberapa bulan lalu silakan laporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Demikian juga Hadrizal yang merupakan wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh menyebutkan hal yang sama. Ia menegaskan dalam seleksi penerimaan tes CPNS lalu, keponakan kandung tidak masuk dalam seleksi. “Dari sini kan bisa disimpulkan ada atau tidaknya jatah kami (DPRD). Keponaan kontan saya tidak lulus,” sebutnya.

Soal jatah, bagaimana dengan anggota DPRD Kota Sungai Penuh lainnya?

Sumber: infojambi

Komentar

Jalan Sungai Penuh Tapan Lumpuh

| 11.44

longsor

SaktiNews.com Sungai Penuh, Menutup tahun 2013, Kota Sungaipenuh masih berkutat dengan bencana alam. Kemarin (29/12), jalan yang menghubungkan Kota Sungaipenuh–Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan kembali longsor. Kali ini longsor terjadi di KM 22 yang disebabkan hujan mengguyur Kota Sungaipenuh sejak Sabtu (28/12) malam, hingga sore kemarin (29/12).



Akibat longsor dengan ketinggian 2 meter yang menyelimuti seluruh badan jalan itu puluhan kendaraan dari Sungaipenuh dan dari Tapan terjebak longsor.
Sedangkan di Kecamatan Depati Tujuh dan Kecamatan Sitinjau Laut mengalami banjir. Berdasarkan data yang diperoleh Jambi Independent, longsor terjadi disebabkan tebing di pinggir jalan terus terkikis air. Apalagi, tidak adanya pohon penyangga untuk menghalangi tebing.


“Longsor terjadi di KM 22 dengan ketinggian 2 meter panjang 20 meter,” ujar Tito, warga Sungaipenuh yang hendak ke Tapan. Menurutnya, akibat longsor tersebut, dirinya tidak bisa melanjutkan perjalanan dan langsung kembali lagi ke Sungaipenuh. “Mana mobil kecil bisa kembali lagi ke Sungaipenuh. Mana kendaraan besar, terjebak di sana,” terangnya.
Kapolres Kerinci AKBP A Mun'I'm melalui Kasat Lantas AKP Suroto membenarkan bahwa longsor telah terjadi di KM 22 Sungai Penuh–Tapan. Menurutnya, saat ini longsor tersebut sedang dilakukan penanganan oleh Dinas PU Provinsi Jambi. “Ya, saya lagi menuju lokasi longsor dalam menangani longsor kami lansung koordinasi dengan dinas PU Provinsi meminta alat berat turun membersihkan tanah menimbut badan jalan. Sekarang alat sudah dilokasi sedang membersihkan tanah longsor," kata kasat Sat-Lantas AKP Suroto.
Dijelaskannya, meski sedang dilakukan penanganan oleh Dinas PU Provinsi Jambi, dirinya belum bisa memastikan kapan arus kendaraan bisa kembali melewatinya. “Mari kita berdoa bersama, semoga cepat selesai dan bisa ditempuh," pintanya. Sementara itu, di kecamatan Depati Tujuh dan kecamatan Sitinjau Laut terjadi banjir. Banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Merao dan Sungai Penawar yang melewati daerah tersebut. “Ya, memang telah terjadi banjir disana,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Kerinci Darifus kepada Jambi Independent. Lantas berapa jumlah rumah yang tergenang? Dirinya belum bisa memastikannya. “Belum bisa dipastikan sampai sekarang ini,” pungkasnya.

Padang-Bukittinggi Putus 5 Jam

Longsor juga terjadi di kawasan Singgalang Kariang, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar, Minggu (29/12) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari kemarin. Pohon seukuran dua pelukan orang dewasa yang terseret longsoran pada dini hari itu, persis menghalangi akses lalu lintas dari ke dua arah Padang-Bukittinggi. Sehingga antrean kendaraan roda empat dan dua yang terjebak mencapai sekitar 10 kilometer timbal balik.
Kondisi ini diakibatkan karena tidak adanya laporan kepada pihak terkait, hingga adanya personil piket siaga Pusdalop BPBD Padangpanjang yang sedang berpatroli ke arah lokasi bencana.

Kejadian yang baru diketahui anggota Pusdalop BPBD Padangpanjang, Mulza Antoni sekitar 04.30 WIB kemudian diteruskan pada Posko Siaga Bencana di Pusdalop dan langsung menuju tempat kejadian.

Menyisiri antrean kendaraan yang telah mencapai kawasan Bukit Berbunggu Cubadak Bungkuk dari arah Padangpanjang, personil Pusdalops Padangpanjang menggunakan mobil operasional baru sampai di tempat kejadi sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka langsung melakukan upaya pemangkasan batang pohon menggunakan tiga unit mesin Sinsaw.

Salah seorang pengendara, Arman, 37, yang ikut terjebak bersama keluarganya sejak pukul 04.00 WIB mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan longsor itu terjadi. Namun dirinya yang sudah lelah mengemudi sejak dari Bangkinang menuju Kota Padang itu mengaku memilih bertahan dan tidak ikut memutar seperti pengendara lainnya.

Wakil Komandan Kompi (Wadanki) TRC Pusdalop BPBD Padangpanjang, Jhoni Aldo mengatakan, pihaknya tengah berusaha memperkecil material batang pohon untuk memudahkan proses evakuasi. Jhoni mengaku pihaknya cukup kesulitan mengingat peralatan yang digunakan berupa mesin Sinsaw kecil, tidak dapat dimaksimalkan dengan ukuran kayu yang sangat besar itu.

Sekitar pukul 07.00 WIB, hasil penggergajian tim Pusdalop masih menyisakan bongkahan urat kayu yang hampir tiga pelukan orang dewasa. Bertepatan dengan telah didatangkannya mobil derek dari Polres Padangpanjang dan satu unit eskavator, pangkal pohon baru dapat digulingkan ke dasar jurang sisi kiri arah Padangpanjang. Sebelum kedatangan eskavator, upaya derek menggunakan mobil derek Polres sempat dilakukan namun tidak berhasil.

Kanit Laka Lantas Polres Padangpanjang yang juga berada di lokasi pada pagi itu, Ipda Yaddi P Lubis menyebutkan pihaknya bersama tim Pusdalop berupaya mengatasi hambatan akses lalu lintas. Namun karena begitu besarnya kayu yang memutuskan dua arah lalu lintas tersebut, upaya baru dapat dituntaskan setelah ada bantuan uni eskavator.
“Material longsor hanya satu pohon besar dan beberapa ranting pohon serta sedikit bebatuan kecil dan tanah. Namun karena sulitnya mengatasi satu pohon besar itu, mengakibatkan arus lalu lintas terhenti total sehingga menimbulkan antrean cukup panjang. Kemudian sekitar pukul 08.30 WIB, jalur sudah kembali normal meski masih macet yang juga difaktori kondisi jalan di Singgalang Kariang tidak maksimal untuk menampung kepadatan kendaraan pagi ini,’’ tutur Yaddi.

Komentar

Sabtu, 28 Desember 2013

Rekaman Soal Tarif CPNS Beredar

Sabtu, 28 Desember 2013 | 14.16

Rekaman percakapan seorang pria yang diduga ajudan pejabat Sungaipenuh, dengan LSM Forjam Zarman Efendi, beredar ke publik, pascakeluarnya pengumuman hasil tes CPNS.


Informasi yang didapat Tribun, percakapan yang terdapat di dalam rekaman itu, diduga berkaitan dengan tarif yang harus dibayar oleh pelamar CPNS, supaya bisa lulus saat tes CPNS di Kota Sungaipenuh.

Zarman Efendi, saat dikonfirmasi mengakui bahwa suara yang ada di dalam rekaman itu adalah dirinya bersama ajudan pejabat Sungaipenuh. ”Memang benar saya. Saat itu saya sedang investigasi laporan masyarakat yang mengatakan tes CPNS harus bayar uang,” katanya, Kamis (26/12).

Sebelum menghubungi ajudan katanya, terlebih dahulu dia menghubungi anak dari pejabat dengan alasan ingin minta tolong agar keluarganya lulus CPNS. ”Fikar mengatakan ok, saya diminta berhubungan langsung dengan ajudan,” katanya.

Fendi pun mengaku siap mempertanggungjawabkan komentarnya ini. Bahkan, dia bersedia memenuhi panggilan polisi, jika nanti memang ada laporan. Ke polisi pun saya juga siap,” tegasnya.

Untuk informasi, setidaknya ada tiga rekaman percakapan antara Zarman Efendi dengan pria yang diduga ajudan pejabat. Percakapan itu terjadi diduga melalui sambungan telepon, bukan saat sedang bertatap muka.
Saat tribun mencoba mengonfirmasi kepada ajudan pejabat tersebut lewat telepon, beberapa kali telepon yang bersangkutan tidak diangkatnya.

Sementara itu, Jumat (27/12) kemarin, tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memasukkan laporan soal dugaan kecurangan tes CPNS. Tiga LSM tersebut yakni LSM Jamtos, LSM Seroja, dan LSM Forjam.

LSM Forjam, Zarman Efendi, mengatakan selain melaporkan dugaan kecurangan dan lulusnya orang dekat pejabat pada tes CPNS, dia bersama LSM lainnya juga melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh peserta CPNS.

Kapolres Kerinci, AKBP A Mun'im, melalui kasat reskrim, AKP Agus Saleh, mengakui adanya laporan dugaan kecurangan tes CPNS. "Hari ini ada tiga LSM yang lapor, dan kemarin ada satu LSM," sebutnya.

Ditanya apakah laporan tersebut sama dengan laporan kasus CPNS 2012 lalu? Agus saleh mengaku ada sedikit perbedaan. "Bedanya laporan kali ini ada yang tentang pemalsuan ijazah," kata kasat reskrim.

Komentar

Rabu, 25 Desember 2013

Kualitas Kayu Manis Kerinci Terbaik Di Dunia

Rabu, 25 Desember 2013 | 20.36

Kulit Manis

SaktiNews.com - Sungai Penuh ,Bumi alam Kerinci dikenal sebagai penghasil Komudity eksport berkelas dunia, tidak hanya tanaman teh yang berkualitas terbaik di dunia,akan tetapi tanaman kayu manisyang tumbuh didataran tinggi pulau andalas /Sumatera setingkat lebih berkualitas dari kayu manis yangdiproduksi negara Vietnam.


Akmal Ahmad,SE,AK Tokoh masyarakat Kerinci di Jakarta dan Pengusaha yang bergerak dibidang eksport Casiavera dalam wawancara khususnya dengan Kerinci Time 21/12-2013 mengemukakan meski kayumanis yang dihasilkan oleh alam Kerinci berkualitas terbaik di dunia, akan tetapi nilai jual ditingkat petanidalam kurun waktu yang sama jauh lebih murah dibandingkan di negara pemakai seperti di Malaysia,Singapura,Amerika dan Timur Tengah yang mencapai $ 3 sampai $ 4 Dollar untuk setiap Kg.


Murahnya harga beli di tingkat petani lokal membuat masyarakat petani tidak sabardalam memanen kulit manis, dibeberapa sentra kebun kulit manis terlihat kulit manis di panen pada usia kurang dari 11 tahun,disamping itu pengikisan kulit luar tidak bersih proses penjemuran.pengeringan tidak sempurna.’Kata Akmal Ahmad,SE,Ak

Hingga saat ini pemasaran kulit manis masih dalam bentuk produk mentah dan belum diolah dalam bentuk barang setengah jadi,persoalan lain proses tata niaga relatig panjang dan berliku,kondisi seperti ini memberi peluang banyak pihak mengambil keuntungan sehingga berdampak pada harga pembelian di tingkat petani menjadi sangat murah,tak kalah menyedihkan adanya politik monopoli politik dagang curang yang memonopoli pembelian kayumanis oleh para pedagang /ekspotir kayu manis

Sebagai putra Kerinci yang telah malang melintang dalam mengelola kulit manis,Akmal Ahmad mengakui bahwa potensi kayu manis di alam Kerinci sangat besar,lebih 85 % produk kayu manis dunia dihasilkan oleh alam Kerinci, dilain pihak produksi kulit manis mengalami over suplay.

Untuk mengatas over suplay produksi kayu manis,pemerintah perlu memfasilitasi para petani untukmempprodukis produk tanaman lain seperti tanaman sengon,dan tidak kalah pentingnya adalah menciptaakan tata niaga casiavera,dan untuk menciptakan tata niaga itu Pemerintah Propinsi Jambi perlu menginventasi dana Rp.30 Milyard hingga Rp.50 Milyard,dan jika tata niaga ini telah dibentuk diyakini dalam waktu 6 bulan Harga Kayu manis di tingkat petani lokal akan membaik

Menurut Akmal Ahmad,pada tahun 1998 yang lalu harga kulit manis sempat mencapai $ 4 Dollar,dan sekarang harga Kulit manis dbawah $ 2 Dollar,kondisi ini membuat para petani tidak bersemangat dalam mengurus kebun kulit manis,dan akibatnya kebun menjadi belukar dan tidak terurus

Komentar

Senin, 23 Desember 2013

Hasil Tes CPNS Sungaipenuh Sudah di Tangan BKD

Senin, 23 Desember 2013 | 19.14

cpns sungaipenuh

SaktiNews.com - Sungai Penuh, BKD Sungaipenuh memastikan pengumuman hasil tes CPNS jalur umum akan dikeluarkan Selasa (24/12) besok sesuai jadwal dari MenPAN.


Kabid Pengangkatan, Mutasi dan Pensiun BKD Kota Sungaipenuh, Sutrisno membenarkan hal itu.

Katanya, sesuai jadwal pengumuman hasil tes CPNS umum diumumkan secara serentak seluruh Indonesia.

"Hasil tes CPNS Sungaipenuh sudah diterima BKD, Minggu (22/12) pagi. Tapi kita belum tahu siapa saja yang lulus karena belum dibuka, masih tersegel," katanya dihubungi via ponselnya.

Sejumlah pelamar yang sudah mengikuti tes CPNS, berharap hasilnya sesuai dengan kemampuan masing-masing, dan tidak ada rekayasa kelulusan yang menguntungkan peserta yang membayar uang.

"Semoga yang lulus nanti adalah orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, bukan karena memiliki uang lebih. Jika ini terjadi, tentunya pihak yang berwajib harus melakukan pengusutan," kata Tanti, pelamar CPNS di Sungaipenuh.


Lainnya
Hasil Tes CPNS 2013
Hasil.Tes.CPNS.Jambi.Segera.Diumumkan
Kelulusan.K2.Jadi.PNS.Menunggu.Hingga.2014

Komentar